Yupiter

Yupiter atau Jupiter adalah planet terdekat kelima dari matahari setelah Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.

Jarak rata-rata antara Jupiter dan Matahari adalah 778,3 juta km. Jupiter adalah planet terbesar dan terberat dengan diameter 14.980 km dan memiliki massa 318 kali massa bumi. Periode rotasi planet ini adalah 9,8 jam, sedangkan periode revolusi adalah 11,86 tahun.

Di permukaan planet ini terdapat bintik merah raksasa. Atmosfer Jupiter mengandung hidrogen (H), helium (He), metana (CH4), dan amonia (NH3). Suhu di permukaan planet ini berkisar dari -140oC sampai dengan 21oC. Seperti planet lain, Jupiter tersusun atas unsur besi dan unsur berat lainnya. Jupiter memiliki 63 satelit, di antaranya Io, Europa, Ganymede, Callisto (Galilean moons).

Yupiter (5,2 SA), dengan 318 kali massa bumi, adalah 2,5 kali massa dari gabungan seluruh planet lainnya. Kandungan utamanya adalah hidrogen dan helium. Sumber panas di dalam Yupiter menyebabkan timbulnya beberapa ciri semi-permanen pada atmosfernya, sebagai contoh pita pita awan dan Bintik Merah Raksasa. Sejauh yang diketahui Yupiter memiliki 63 satelit. Empat yang terbesar, Ganymede, Callisto, Io, dan Europa menampakan kemiripan dengan planet kebumian, seperti gunung berapi dan inti yang panas.[44] Ganymede, yang merupakan satelit terbesar di Tata Surya, berukuran lebih besar dari Merkurius.

Ganymede

Ganymede adalah satelit alam dari planet Yupiter dan satelit alami terbesar dalam Tata Surya. Mengitari planetnya kira-kira dalam tujuh hari, ia merupakan satelit ketujuh dan satelit Galilean ketiga dari Yupiter.[8] Ganymede turut serta dalam resonansi orbit 1:2:4 masing-masing dengan satelit Europa dan Io. Ia lebih besar diameternya daripada planet Merkurius namun massanya hanya sekitar setengahnya.[9]

Ganymede sebagian besar terdiri dari batu silikat dan es air. Ia merupakan benda permukaan. Daerah gelap, yang jenuh akan kawah tubrukan yang berasal dari hingga empat milyar tahun yang lalu, menutupi sepertiga permukaan satelit itu. Daerah yang lebih terang, dilewati oleh alur-alur dan punggung bukit yang besar dan hanya sedikit lebih tua, menutupi sisanya. Penyebab kacaunya geologi medan permukaan terang itu tidak sepenuhnya diketahui, namun mungkin karena aktivitas teknonik yang ditimbulkan oleh pemanasan pasang-surut.[2]

Ganymede adalah satu-satunya satelit dalam Tata Surya yang diketahui memiliki magnetosfer, yang mungkin timbul karena konveksi dalam inti besi cairnya.[11] Magnetosfer yang kecil itu terkubur oleh medan magnet Yupiter yang jauh lebih besar dan terhubung dengannya lewat garis medan terbuka. Satelit itu mempunyai atmosfir oksigen tipis yang termasuk O, O2, dan mungkin O3 (ozon).[7] Hidrogen atomik adalah penyusun atmosfer yang sedikit. Apakah satelit itu mempunyai ionosfer yang berkaitan dengan atmosfernya masih belum diketahui.[12]

Penemuan Ganymene ditujukan kepada Galileo Galilei, yang mengamatinya pada tahun 1610.[13] Nama satelit itu segera diusulkan oleh astronom Simon Marius, dari Ganymede yang mitologis, pembawa cangkir Dewa-dewi Yunani dan kesayangan Zeus.[14] Dimulai dengan Pioneer 10, wahana angkasa telah mampu memeriksa Ganymede dari dekat.[15] Wahana Voyager memperbaiki pengukuran terhadapnya, sedangkan wahana Galileo menemukan samudera bawah tanah dan medan magnetnya. Misi baru ke bulan-bulan es Yupiter, Europa Jupiter System Mission (EJSM) diusulkan untuk diluncurkan pada tahun 2020.

Callisto

Callisto (ejaan Inggris: [kəˈlɪstoʊ],[1] atau bahasa Yunani: Καλλιστώ Yunani) adalah bulan planet Yupiter, ditemukan pada tahun 1610 oleh Galileo Galilei.[2] Callisto merupakan bulan ketiga terbesar di Tata Surya dan kedua terbesar di sistem Yupiter, setelah Ganymede. Callisto memiliki sekitar 99% diameter dari planet Merkurius tetapi hanya sekitar sepertiga dari massanya. Berdasarkan jarak, ia adalah bulan Galileo keempat dari Yupiter, dengan jari-jari orbit sekitar 1.880.000 km.[3]

Io

Io (ejaan Inggris: [ˈaɪ.oʊ],[1] atau bahasa Yunani: Ἰώ) adalah bulan planet Yupiter yang terdekat di antara empat bulan Galileo, serta merupakan bulan keempat terbesar di Tata Surya. Panjang diameter Io adalah 3.642 kilometer. Nama Io diambil dari mitologi Yunani, yaitu nama seorang pendeta Hera yang menjadi salah satu kekasih Zeus.

Io memiliki lebih dari 400 gunung berapi aktif, sehingga ia adalah obyek yang secara geologis paling aktif di Tata Surya.[2][3]

Europa (bulan)

Europa (bahasa Yunani: Ευρώπη) adalah bulan ke-enam dari planet Jupiter. Europa ditemukan pada tahun 1610 oleh Galileo Galilei (dengan pembantahan dari Simon Marius, yang mengklaim bahwa ia telah menemukannya pada tahun 1609). Bulan ini dinamakan atas seorang wanita bangsawan Phoenicia yang bernama Europa, yang kemudian dinikahi oleh Zeus dan menjadi ratu dari Kreta. Bulan ini adalah bulan terkecil dari empat bulan Galilean.

Pada diameter hanya sejauh 3,100 kilometer, Europa berbentuk lebih kecil dari Bulan milik Bumi, dan bulan terbesar ke-enam di Tata Surya. Meskipun dengan batasan-batasan yang lebar, massa Europa lebih kecil daripada bulan-bulan Galilean lainnya, massanya lebih besar dari seluruh bulan yang lebih kecil darinya jika disatukan.[1] Bulan ini terbuat secara primer dari batuan silikat dan diperkirakan memiliki inti besi. Europa memiliki atmosfir yang terdiri atas oksigen. Permukaannya terdiri atas es dan diperkirakan yang paling rata di seluruh Tata Surya. Permukaannya telah dirusak banyak oleh retakan-retakan dan goresan-goresan, tapi kawah akibat meteor amat sedikit terjadi di Europa. Kemudaan dan kerataan dari permukaan Europa telah membuat beberapa ilmuwan berspekulasi atas keberadaan samudera di bawahnya, yang bisa saja menyimpan kehidupan.[2] Hipotesis ini berjalan atas dasar bahwa kehangatan dari inti menyebabkan samudera ini tetap dalam bentuk cair dan menyebabkan aktivitas geologis.[3]

Meskipun hanya proyek fly-by (atau terbang melewati objek alam semesta) yang telah menemui bulan ini, karakter yang menarik dari Europa menarik beberapa ilmuwan untuk mengeksplorasinya lebih jauh dengan mendaratkan sesuatu di atasnya. Misi Galileo mengumpulkan data yang amat banyak untuk bulan yang satu ini. Sebuah misi baru kepada bulan-bulan Jupiter, Europa Jupiter System Mission (EJSM), diperkirakan akan diluncurkan pada 2020.[4] Berhubungan dengan hipotesis atas tingginya kemungkinan kehidupan di luar bumi di bulan ini telah membuat ilmuwan amat tertarik untuk mempelajari bulan ini dan banyak lobi telah diciptakan karenanya.[5][6]

Referensi

1.    Ganymede

A. [2]^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u Showman, Adam P., Malhotra, Renu (1999). “The Galilean Satellites” (pdf). Science 286: 77–84.

  1. [7]^ a b c d e Hall, D.T., Feldman, P.D.; McGrath, M.A. et.al. (1998). “The Far-Ultraviolet Oxygen Airglow of Europa and Ganymede”. The Astrophysical Journal 499: 475–481.
  2. [8]^ a b Jupiter’s Moons. The Planetary Society. Diakses pada 7 Desember 2007
  3. [9]^ a b c d Ganymede. nineplanets.org. Diakses pada 27 Februari 2008
  4. [10]^ Solar System’s largest moon likely has a hidden ocean. Jet Propulsion Laboratory. NASA. Diakses pada 11 Januari 2008
  5. [11]^ a b c d e f g h i j k l m n o Kivelson, M.G., Khurana, K.K.; Coroniti, F.V. et.al. (2002). “The Permanent and Inductive Magnetic Moments of Ganymede” (pdf). Icarus 157: 507–522.
  6. [12]^ a b c d e Eviatar, Aharon, Vasyliunas, Vytenis M.; Gurnett, Donald A. et.al. (2001). “The ionosphere of Ganymede” (ps). Plan.Space Sci. 49: 327–336.
  7. [13]^ Sidereus Nuncius. Eastern Michigan University. Diakses pada 11 Januari 2008.
  8. [14]^ a b c d e Satellites of Jupiter. The Galileo Project. Diakses pada 24 November 2007.
  9. [15]^ a b Pioneer 11. Solar System Exploration. Diakses pada 6 Januari 2008.
  1. 2. Yupiter
  1. [44]^ Pappalardo, R T. (1999). Geology of the Icy Galilean Satellites: A Framework for Compositional Studies. Brown University. Diakses pada 16 Januari 2006.

3.    IO

  1. [1]^ Dalam kamus transkripsi Amerika Serikat: ī′·ō.
  2. [2]^ Rosaly MC Lopes (2006). “Io: The Volcanic Moon”. di dalam Lucy-Ann McFadden, Paul R. Weissman, Torrence V. Johnson. Encyclopedia of the Solar System. Academic Press. hlm. 419–431.
  3. [3]^ Lopes, R. M. C., et al. (2004). “Lava lakes on Io: Observations of Io’s volcanic activity from Galileo NIMS during the 2001 fly-bys”. Icarus 169: 140–174.

4.    Europa (bulan)

  1. [1]^ Mass of Europa: 48 Yg. Mass of Triton plus all smaller moons: 39.5 Yg (see note g here).
  2. [2]^ Tritt, Charles S. (2002). Possibility of Life on Europa. Milwaukee School of Engineering. Diakses pada 10 Agustus 2007.
  3. [3]^ Tidal Heating. geology.asu.edu. Diakses pada 20 Oktober 2007.
  4. [4]^ (2009). NASA and ESA Prioritize Outer Planet Missions. NASA. Diakses pada 26 Juli 2009.
  5. [5]^ Friedman, Louis Projects: Europa Mission Campaign; Campaign Update: 2007 Budget Proposal. The Planetary Society. Diakses pada 10 Agustus 2007.
  6. [5]^ David, Leonard Europa Mission: Lost In NASA Budget. Space.com. Diakses pada 10 Agustus 2007.

5.    Callisto

A. [1]^ Dalam kamus transkripsi Amerika Serikat: kə·lĭs′·tō.

B. [2]^ Galilei, G.; Sidereus Nuncius (13 Maret 1610).

C.  [3]^ Planetary Satellite Mean Orbital Parameters. Laboratorium Jet Propulsi, California Institute of Technology.